Thursday, October 15, 2020

ASHI ONSEN SEBUAH CARA MENGHILANGKAN LELAH


Tanggal 23 Maret 2015 kami, aku bersama anak cucu, mendarat di Kagoshima, sebuah kota di Pulau Kyushu, pulau paling selatan di Jepang, sebelum Okinawa. Aku mengantarkan mereka yang akan tinggal di Kagoshima untuk waktu yang lama.  Udara musim semi sudah tidak terlalu dingin, sangat sejuk sekali. Terharu melihat pertemuan cucuku dengan ayahnya yang sudah 6 bulan berpisah, ayahnya berangkat ke kagoshima lebih dahulu.  Bahagianya mereka bisa berkumpul kembali.
        “Jangan buru-buru ke halte bus dulu ya!", kataku saat melewati selasar lobi bandara dengan mata tidak hentinya melihat sekeliling. Inilah airport Kagoshima Jepang, sepertinya tak jauh beda dengan situasi airport lainnya bahkan ini terasa lebih kecil, namun sudah lengkap dengan apa yang dibutuhkan oleh para pengunjung. Nampak restauran, toko makanan ringan dan toko-toko souvenir. 
       Saat kami keluar di pintu terminal domestik, mata ini tertuju pada sederetan orang yang duduk berjajar rapi dengan kaki telanjang terendam di dalam air panas di semacam kolam dengan ornamen berbentuk gunung. Belakangan diketahui bahwa itu miniatur Gunung Sakurajima, sebuah gunung berapi aktif yang merupakan icon  Kagoshima
       Itu ashi onsen  Maa. Mama bisa merendam kaki dengan air mineral panas yang asli dialirkan dari sumber air panas dari pengunungan terdekat”, kata mantuku menjelaskan, seolah mengerti apa yang terlintas dibenakku. “Mama coba saja, untuk menghilangkan penat, sambil kita menunggu kedatangan shuttle bus ke kota”, lanjutnya. Onsen adalah  istilah bahasa Jepang untuk mandi dengan berendam air panas yang bersumber dari air mineral panas. Sehingga Ashi Onsen diartikan sebagai merendam ashi (kaki) ke dalam air mineral panas. 
      Aku langsung menyambut baik tawaran itu dan menuju ke sebuah bangku kosong disamping seorang wanita yang kira-kira 2-3 tahun lebih tua dariku. “Sumimasen, koko de aiteimasuka?". Aah... Nihongo (bahasa Jepang)ku spontan keluar begitu saja, menanyakan apakah bangku di sebelahnya kosong.  Mendengar aku menyapa dengan bahasa Jepang, maka wanita itu pun lalu dengan ramah mempersilahkan aku duduk disebelahnya. Dan  terbukalah obrolan ringan seputar asal negara dan tujuan kedatanganku di Kagoshima. Rupanya iapun pendatang dari Osaka, yang menceriterakan  bahwa setiap kali berkunjung ke Kagoshima, ia akan menyempatkan menikmati ashi onsen ini untuk menghilangkan lelah dan pegal-pegal di kaki.
        Kehangatan air dengan suhu kira-kira 38*C menjalar dari ujung kakiku, membuka pori-pori kulit dan memperlancar aliran darah, hingga menghilangkan rasa penat di kaki setelah total penerbangan selama 9 jam. Lima belas menit merendam kaki di air panas ini sungguh sebuah sambutan kedatangan yang indah dan menyenangkan di Kagoshima. 

Aku bergegas melap kaki dengan handuk kecil yang dijual seharga 300 yen disamping area onsen kaki. Handuk kecil ini dijual dengan konsep "toko jujur",  dengan cara melayani sendiri, mengambil barang dan membayarnya dengan meletakkan uang ditempat yang sudah disediakan. Semua mengandalkan kejujuran para pembelinya. Ini salah satu budaya yang kusuka, budaya jujur mengandalkan integritas moral.

Shuttle bus menuju kota sudah standby, kami memasuki bus untuk menuju Kagoshima Chuo Eki (Stasiun Chuo Kagoshima), kira-kira 40 menit perjalanan dengan harga tiket 1350 yen per orang dewasa. Aku sangat antusias melihat panorama sepanjang perjalanan dan menikmati sensasi seolah pulang kampung. Ini adalah perjalanan keduaku ke Jepang sejak 27 tahun yang lalu, setelah kembali ke tanah air dari sebuah perantauan selama 6 tahun, untuk menuntut ilmu. 
    Jepang  memberikan kesan yang mendalam dalam kehidupan kami, terutama tentang  budaya, etika dan karakter manusianya. Inilah yang membuat kami selalu kangen berkunjung kesana. Melihat ketertiban, kedisiplinan dan budaya kerja mereka, menjadi dorongan yang kuat untuk senantiasa mengoreksi diri agar menjadi lebih baik lagi. 
 

ASHI ONSEN SEBUAH CARA MENGHILANGKAN LELAH

Tanggal 23 Maret 2015 kami, aku bersama anak cucu, mendarat di Kagoshima, sebuah kota di Pulau Kyushu, pulau paling selatan di Jepang, sebel...